
GRESIK, Jawa Timur — Upaya pelestarian budaya lokal di tengah dinamika pemahaman keagamaan masyarakat menjadi perhatian dalam penelitian tentang tradisi Pencak Macan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penelitian ini berfokus pada penelusuran sejarah, keragaman versi, serta ekspresi keagamaan masyarakat yang tercermin dalam simbol-simbol budaya Pencak Macan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir.
Pencak Macan bukan sekadar pertunjukan budaya yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Tradisi ini juga menyimpan berbagai simbol, nilai sosial, dan pesan moral yang berpotensi menjadi media pendidikan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana nilai-nilai keislaman hadir dan diwariskan melalui tokoh, atribut, gerakan, serta unsur-unsur lain dalam pertunjukan Pencak Macan.
Urgensi penelitian ini berkaitan dengan pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi lokal di tengah perubahan sosial dan dinamika pemahaman keagamaan. Menguatnya pandangan keagamaan puritan yang cenderung menolak atau memandang budaya lokal sebagai sesuatu yang tidak relevan dapat menjadi tantangan bagi pelestarian tradisi masyarakat. Dalam konteks tersebut, kajian terhadap Pencak Macan diharapkan dapat menghadirkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara agama, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat pesisir.
Di Kabupaten Gresik, Pencak Macan juga telah menjadi bagian dari agenda galeri budaya yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata daerah. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai tontonan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga memiliki potensi sebagai tuntunan melalui pesan moral dan nilai-nilai pendidikan yang diwariskan secara kultural.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian penelitian adalah adanya beberapa versi Pencak Macan yang berkembang di wilayah berbeda. Perbedaan tersebut memunculkan kebutuhan untuk menelusuri asal-usul, sejarah perkembangan, karakteristik, serta konteks sosial dan keagamaan yang melatarbelakangi setiap versi. Melalui kajian ini, masyarakat diharapkan memperoleh dokumentasi yang lebih sistematis mengenai kekayaan tradisi Pencak Macan di Kabupaten Gresik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan informan yang memahami tradisi Pencak Macan, observasi terhadap praktik dan pertunjukan budaya, serta penelusuran dokumen yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangannya. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan perspektif cultural ecology atau ekologi budaya untuk memahami hubungan antara tradisi, lingkungan sosial, sejarah lokal, dan kehidupan keagamaan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian diarahkan untuk mengklasifikasikan berbagai versi Pencak Macan berdasarkan karakteristik kedaerahan dan bukti kesejarahannya. Kajian ini juga berupaya mengidentifikasi ekspresi keagamaan yang terkandung dalam simbolisasi tokoh, atribut, dan unsur pertunjukan, sekaligus menelaah relevansinya dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam.
Perspektif Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu landasan penting dalam membaca Pencak Macan sebagai warisan budaya yang memiliki potensi edukatif. Nilai-nilai seperti penghormatan terhadap sesama, tanggung jawab sosial, keteladanan, kebersamaan, dan hubungan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat dapat dikaji melalui simbol dan pesan moral yang diwariskan dalam tradisi tersebut. Namun, pemaknaan setiap simbol tetap perlu didasarkan pada keterangan pelaku budaya, konteks sejarah, dan bukti lapangan agar interpretasinya tidak terlepas dari pemahaman masyarakat pendukungnya.
Penelitian ini menargetkan dua luaran utama. Pertama, artikel ilmiah yang ditujukan untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, dengan sasaran kuartil Q2 atau Q3. Kedua, penyusunan buku ensiklopedia Pencak Macan yang mendokumentasikan berbagai versi tradisi tersebut, meliputi sejarah, karakteristik daerah, tokoh, atribut, dan ekspresi keagamaan yang terkandung di dalamnya.
Buku ensiklopedia tersebut diharapkan menjadi sumber dokumentasi dan referensi bagi masyarakat, peneliti, pendidik, pelaku seni, serta pemerintah daerah dalam memahami dan melestarikan Pencak Macan. Dokumentasi yang sistematis juga diharapkan dapat membantu generasi muda mengenali kekayaan budaya daerahnya sekaligus memahami hubungan antara tradisi lokal dan nilai-nilai pendidikan Islam.
Melalui penelitian ini, Pencak Macan diharapkan dapat dipahami tidak hanya sebagai warisan seni pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan antara kebudayaan, ekspresi keagamaan, dan pendidikan masyarakat. Upaya pelestarian budaya dengan pendekatan ilmiah diharapkan dapat memperkuat apresiasi terhadap kearifan lokal serta mendorong dialog yang konstruktif antara nilai-nilai keagamaan dan tradisi masyarakat pesisir Gresik.